Trahean, 10–11 Februari 2026 — SMAN 3 Muara Teweh melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) bagi seluruh guru selama dua hari, Selasa–Rabu (10–11 Februari 2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru, khususnya pada bidang digital dan inovasi pembelajaran di kelas.

Pada hari pertama, kegiatan IHT diawali dengan pembukaan resmi yang dihadiri oleh Kepala SMAN 3 Muara Teweh, Syahrul, S.Pd, Pengawas Sekolah, Masliani, S.Pd, serta seluruh guru SMAN 3 Muara Teweh.


Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menekankan pentingnya guru untuk terus mengembangkan kompetensi, terutama kompetensi digital, agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Hal senada juga disampaikan oleh Pengawas Sekolah yang mengingatkan bahwa transformasi pembelajaran di sekolah harus dimulai dari kesiapan dan kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi secara bermakna.

Narasumber pada hari pertama adalah Hafidz Yanuardi, yang menyampaikan materi tentang pembuatan media permainan (games) interaktif sebagai strategi pembelajaran berbasis deep learning. Melalui sesi ini, para guru diperkenalkan pada konsep perancangan media pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kesenangan siswa, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif, pemahaman konsep yang mendalam, serta penguatan keterampilan berpikir kritis.



Proses pembuatan Games Interaktif menggunakan canva code

Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam pembuatan microsite menggunakan Google Sites yang dimanfaatkan sebagai portofolio media pembelajaran guru. Microsite tersebut dirancang untuk menjadi wadah dokumentasi karya, bahan ajar digital, serta praktik baik pembelajaran yang dapat diakses secara mudah oleh siswa maupun rekan sejawat.

Memasuki hari kedua, kegiatan IHT kembali menghadirkan Hafidz Yanuardi sebagai narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada asesmen digital berbasis Google Apps Script yang dirancang dengan sistem pengamanan dan pencegahan kecurangan (anti curang).


Dalam sesi ini, guru tidak hanya mempelajari aspek teknis pembuatan asesmen digital, tetapi juga diajak untuk memahami bagaimana teknologi asesmen dapat digunakan sebagai sarana pendidikan karakter, khususnya dalam menumbuhkan sikap jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas selama pelaksanaan ujian maupun evaluasi pembelajaran.


Hasil buatan guru dalam rangka asesmen digital

Melalui pelaksanaan IHT selama dua hari ini, SMAN 3 Muara Teweh berharap para guru mampu mengintegrasikan teknologi secara tepat guna, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam pelaksanaan asesmen, sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna, menarik, serta selaras dengan tuntutan perkembangan pendidikan di era digital.

Editor : admin smaga